Pengertian & Istilah dalam Prakiraan Musim

1.       Curah Hujan (mm)

Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir. Curah hujan 1 (satu) milimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar terapung air setinggi satu milimeter atau terapung air sebanyak satu liter.

2.       Curah Hujan Komulatif (mm)

Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu komulatif tersebut. Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing – masing Zona Musim (ZOM).

3.       DASARIAN

 Adalah rentang waktu selama 10 hari. Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga)

dasarian, yaitu :

a. Dasarian I             : Tanggal 1 sampai dengan tanggal 10

b. Dasarian II           : Tanggal 11 sampai dengan tanggal 20

c. Dasarian III           : Tanggal 21 sampai dengan akhir bulan

4.       Awal Musim Hujan

Ditetapkan berdasarkan jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya. Permulaan musim hujan bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normalnya.

5.       Perbandingan antara awal Musim Hujan dengan Rata - ratanya.

           Awal musim suatu daerah prakiraan musim dapat terjadi maju, sama ataupun

           Mundur dengan rata - ratanya.

6.       Sifat Hujan

          Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode musim hujan) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode 1981 - 2010).

           Sifat Hujan dibagi menjadi 3 katagori, yaitu :

           a. Atas normal ( AN )           :  Jika nilai curah hujan lebih dari 115%  terhadap rata-ratanya

           b. Normal ( N )                       : Jika nilai curah hujan antara 85%-115% terhadap rata-  ratanya

           c. Bawah Normal ( BN )      :   Jika nilai curah hujan kurang dari 85%  terhadap rata-ratanya

7.       Zona Musim ( ZOM )

Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode musim kemarau dan musim hujan. Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah adminitrasi pemerintah. Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah Kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM. Berdasarkan hasil analisis data periode 30 tahun terakhir (1981-2010), wilayah Propinsi Bali dibagi 15 Zona Musim (ZOM) yaitu ZOM 205, ZOM 206, ZOM 207, ZOM 208, ZOM 209, ZOM 210, ZOM 211, ZOM 212, ZOM 213, ZOM 214, ZOM 215, ZOM 216, ZOM 217, ZOM 218, ZOM 219. .