Pengertian & Istilah Buletin Curah Hujan

Secara geografis Pulau Bali terletak pada : 08o 03’ 40” Lintang Selatan; 114o  25’ 59” Bujur Timur; sebelah utara berbatasan dengan laut Jawa, sebelah timur berbatasan dengan Pulau Lombok, Samudera Indonesia di Selatan dan pulau Jawa di sebelah Barat. Pulau Bali yang dikelilingi oleh laut memiliki topografi yang bervariasi, umumnya bagian pinggir merupakan dataran rendah/ pantai sedangkan bagian tengah memiliki topografi yang lebih tinggi dengan beberapa perbukitan dan pegunungan. Kondisi ini merupakan faktor lokal yang dapat mempengaruhi kondisi cuaca dan iklim setempat. Secara global kondisi iklim wilayah ini juga dipengaruhi oleh interaksi Laut-Atmosfer, DKAT (Daerah Konvergensi Antar Tropik) atau ITCZ.

Analisis dan Prakiraan Hujan setiap bulan di dasarkan atas pantauan data curah hujan yang berada pada pos-pos hujan utama yang tersebar di 15 ZOM (Zona Musim) Propinsi Bali. Pengamatan curah hujan dilakukan dengan menggunakan penakar hujan (biasa / obs dan otomatis) serta diukur dalam satuan millimeter (mm).

Dalam analisis ini disampaikan pula beberapa pengertian dan istilah yang sudah dibakukan sebagai acuan teknis maupun aplikasi yang dikaitkan dengan curah hujan.

A.    Sifat Hujan

 Sifat Hujan merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan yang terjadi selama periode tertentu (sebulan), dengan nilai rata-rata atau normal dari periode yang sama (bulan) di suatu tempat.

Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kriteria, yaitu :

1.       Atas Normal (AN), jika nilai perbandingan terhadap rata-ratanya lebih besar dari 115 %.

2.       Normal (N), jika nilai perbandingan terhadap rata-ratanya antara 85% -115%.

3.       Bawah Normal (BN), jika nilai perbandingan terhadap rata-ratanya kurang dari 85%.

  B.    Istilah

 1.     Rata-rata Curah Hujan Bulanan :Nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.

2.     Normal Curah Hujan Bulanan : Nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.

3.     Standard Normal Curah Hujan Bulanan : Nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun  dimulai dari 1 Maret 1901 s/d 31 Desember 1930, 1 Maret 1931 s/d 31 Desember 1960,   1 Maret 1961 s/d 31 Desember 1990 dan seterusnya.

 C.    Zona Musim (ZOM)

 Zona Musim (ZOM) adalah daerah yang pola hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode musim kemarau dan periode musim hujan. Wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas wilayah administrasi pemerintahan. Dengan demikian, satu kabupaten/ kota dapat saja terdiri dari beberapa ZOM, dan sebaliknya satu ZOM dapat terdiri dari beberapa kabupaten.

Berdasarkan nilai rata-rata curah hujan standar periode yang ditetapkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, maka di tahun 2011 wilayah Propinsi Bali dibagi 15 (Lima belas) ZOM.

Sedangkan daerah-daerah yang pola hujan rata-ratanya tidak memiliki perbedaaan yang jelas antara kriteria musim kemarau dan musim hujan disebut Luar Zona Musim (non ZOM).

D.    Dasarian

a.     Dasarian adalah masa selama 10 (sepuluh) hari.

b.     Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian yaitu :

  ·         Dasarian I         : masa dari tanggal 1 sampai dengan 10

  ·          Dasarian II        : masa dari tanggal 11 sampai dengan 20

  ·          Dasarian III       : masa dari tanggal 21 sampai dengan akhir bulan

Contoh :

 ·         Permulaan musim hujan berkisar : November I – November II

          =   Tanggal 01 November sampai dengan 20 November.

·         Permulaan musim kemarau berkisar : Juni I – Juni III

         =    Tanggal 01 Juni sampai dengan 30 Juni

 E.     Kriteria Intensitas Curah Hujan

 ·   Hujan sangat ringan adalah hujan dengan Intensitas < 5 mm dalam 24 jam

·   Hujan ringan adalah hujan dengan Intensitas 5 – 20 mm dalam 24 jam

·   Hujan sedang adalah hujan dengan Intensitas 20 – 50 mm dalam 24 jam

·   Hujan lebat adalah hujan dengan Intensitas 50 – 100 mm dalam 24 jam

·   Hujan sangat lebat adalah hujan dengan Intensitas > 100 mm